Sabtu, 02 April 2016

Sepuluh Cara untuk Melatih Integritas sebagai Seorang Pendidik

Sepuluh Cara untuk Melatih Integritas sebagai Seorang Pendidik
 
 
A. Pengetian Intregritas
 
Integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)[1].

Pengertian Integritas Menurut Para Ahli [2] :
 1. Henry Cloud
 Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.
 
2. Ippho Santoso
 Menurut Ippho Santoso, integiras sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap/sepenuh – penuhnya.
 
3. Andreas Harefa
 Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.
 
Jack Welch, dalam bukunya yang berjudul “Winning” mengatakan, “integritas  adalah sepatah kata yang kabur (tidak jelas). Orang-orang yang memiliki integritas  mengatakan kebenaran, dan orang-orang itu memegang kata-kata mereka.  Mereka bertanggung-jawab atas tindakan-tindakan mereka di masa lalu, mengakui  kesalahan mereka dan mengoreksinya. Mereka mengetahui hukum yang berlaku  dalam negara mereka, industri mereka dan perusahaan mereka – baik yang  tersurat maupun yang tersirat – dan mentaatinya. Mereka bermain untuk menang  secara benar (bersih), seturut peraturan yang berlaku. ”Berbagai survei dan studi  kasus telah mengidentifikasikan integritas atau kejujuran sebagai suatu  karakteristik pribadi yang paling dihasrati dalam diri seorang pemimpin.[3]
 
 
B. Integritas Seorang Pendidik
 Integritas seorang pendidik memang dibutuhkan dalam pencapaian profesionalisme. Bukan hanya sekadar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau administrasi lainnya. Akan tetapi wujud dari integrasi diri perlu diperlihatkan.
 Integritas  merupakan gabungan dari moral dan nilai-nilai. Pendidik yang mengajar dengan integritas berarti ia mengajar dari lubuk hatinya yang terdalam, menyatu dengan siswa dan membangkitkan gairah mereka untuk senang belajar atau mencintai pelajaran. Pendidik yang memiliki kharisma semacam ini akan menikmati harmonisasi kehidupan daam dirinya dan betul-betul merasa bahagia dengan pilihan karirnya.
 
Menurut Paul Suparno, S.J. [4], contoh pendidik yang berintegritas rendah sebagai berikut:
  • Mengaku guru tersertifikasi, tetapi kalau mengajar hanya duduk dan membiarkan siswa ramai sendiri; dia jalan-jalan merokok di luar
  • Mengaku sebagai pendidik, ternyata datang terlambat, koreksi terlambat, tidak pernah meningkatkan kemampuan mengajarnya
  • Mengaku masih single, ternyata sudah punya anak 2
  • Mengaku mencintai siswa, ternyata waktu ada siswa jatuh dan alami kecelakaan, hanya diam berdiri saja tidak menolong
  • Mengatakan berkolega sama guru lain, nyatanya tidak pernah mau terlibat dalam percaturan bersama, selalu menyendiri, merasa hebat sendiri
  • Menurut Paul Suparno, S.J. [4], ciri-ciri pendidik yang berintegritas sebagai berikut :
  • Tanggungjawab dengan tugasnya sebagai pendidik
  • Memberikan yang menjadi hak dan kewajibannya
  • Terus belajar mengembangkan diri, sehngga professional
  • Mencintai siswa untuk maju
  • Sertifikasi: tanggungjawab pada perkembangan anak didik
  • Jujur, terus terang
  • Terbuka, apa adanya
  • Berani mengakui positif dan negatifnya
  • Mau kerjasama dengan sesama guru dalam pengembangan sekolah
  • Tidak menipu dalam proses laporan, pengembangan, dan sertifikasi
  • Omongan dan tindakannya sama, konsisten
 
Maka, untuk menjadi pendidik yang berintegritas, kita pelu melatih diri untuk mencapai tujuan integritas itu sendiri sebagai pendidik. Seperti dikutip dalam 55 Teaching Dilemmas [5], Sepuluh cara untuk melatih integritas :
  1. 1.Kenali diri Anda sendiri. Butlah catatan yang berisi daftar tujuan profesional dan tujuan pribadi Anda sesuai prioritasnya sehingga Anda tahu persis mana yang paling penting buat Anda. Selanjutnya sesuaikan tujuan-tujuan tersebut dengan filosofi pendidikan Anda.
  2. Kerjakan masalah-masalah yang penting dengan hati-hati, bersiaplah untuk menjadi saksi atas apa yang Anda yakini itu.
  3. Bila berhadpan dengan konflik, cari waktu untuk memahami beberapa kemungkinan jalan keluar, termasuk pengaruhnya bagi diri Anda dan bagi orang lain. Anda selanjutnya akan membuat pilihan yang terbaik, yang sejalan dengan filosofi pribadi serta sistem nilai. Bertindak sesuai dengan dorongan hati dapat membahayakan integritas Anda sebagai seorang guru.
  4. Peganglah komitmen Anda. Kenalilah apa yang diharapkan dari Anda, lalu kerjakanlah bila waktu sudah memungkinkan.
  5. Anda hanya boleh membuat janji untuk hal-hal yang dapat Anda lakukan dan berusahalah dengan keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan Anda hingga selesai.
  6. Mengajarlah dengan cara-cara yang dapat mencerminkan diri Anda sebenarnya, ketertarikan dan kepercayaan Anda, serta apa saja yang membuat Anda mudah tersinggung/terluka.
  7. Tunjukkan tanggungjawab intelektual Anda. Perbarui terus pengetahuan Anda dengan hadir dalam konferensi-konferensi dan lokakarya.
  8. Praktikkan atau latihlah pepatah kuno : Bila Anda tidak dapat mengatakan sesuatu yang baik, lebih baik tidak berkata apapun.
  9. Hargailah siswa Anda dengan pendekatan pribadi bila Anda ingin membicarakan masalah-masalah khusus dengan mereka. Katakanlah kepada mereka secara jujur apa yang ingin Anda katakan.
  10. Sejauh kemampuan Anda, lakukan dan jadikanlah Anda guru yang terbaik dan pribadi yang menikmati pekerjaan tanpa ambivalensi [6].
 

Sabtu, 26 Maret 2016

Prediksi UN Program IPA SMA/MA 2016

Prediksi UN Program IPA SMA/MA 2016
 
 
Untuk Mendapatkan File Prediksi UN Program IPA SMA/MA 2016 dalam bentuk Microsoft Word yang bisa diedit/diubah, silahkan sms ke no: 087864437541.


Prediksi UN Program IPA SMA/MA 2016 ini terdiri dari:


20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Indonesia
 
20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Inggris
 
20 Paket Soal + Kunci Jawaban Biologi
 
20 Paket Soal + Kunci Jawaban Fisika
 
20 Paket Soal + Kunci Jawaban Kimia
 
20 Paket Soal + Kunci Jawaban Matematika



 
 
 
Blog Ilmu Matematika
http://ilmu-matematika.blogspot.com
 

Prediksi UN Program IPS SMA/MA 2016

Prediksi UN Program IPS SMA/MA 2016

 

Untuk Mendapatkan File Prediksi UN Program IPS SMA/MA 2016 dalam bentuk Microsoft Word yang bisa diedit/diubah, silahkan sms ke no: 087864437541.


Prediksi UN Program IPS SMA/MA 2016 ini terdiri dari:

 
20 Paket Prediksi UN + Kunci Jawaban Bahasa Indonesia

20 Paket Prediksi UN + Kunci Jawaban Bahasa Inggris

20 Paket Prediksi UN + Kunci Jawaban Ekonomi

20 Paket Prediksi UN + Kunci Jawaban Geografi

20 Paket Prediksi UN + Kunci Jawaban Matematika

20 Paket Prediksi UN + Kunci Jawaban Sosiologi





Blog Ilmu Matematika
http://ilmu-matematika.blogspot.com

Prediksi UN Program Bahasa SMA/MA 2016

Prediksi UN Program Bahasa SMA/MA 2016


 

Untuk Mendapatkan File Prediksi UN Program Bahasa SMA/MA 2016 dalam bentuk Microsoft Word yang bisa diedit/diubah, silahkan sms ke no: 087864437541.


Prediksi UN Program Bahasa SMA/MA 2016 ini terdiri dari:


20 Paket Soal + Kunci Jawaban Antropologi

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Arab

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Indonesia

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Inggris

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Jepang

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Bahasa Jerman

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Matematika

20 Paket Soal + Kunci Jawaban Sastra Indonesia






Blog Ilmu Matematika
http://ilmu-matematika.blogspot.com

Prediksi UN Biologi SMP 2016

Prediksi UN Biologi SMP 2016
 



Soal yang saya posting merupakan soal hasil bedah SKL oleh guru-guru Biologi MA se-Propinsi Banten. Jika ada beberapa kesalahan mohon sarannya untuk perbaikan.
 
 

 





 
 

 
 
Blog Ilmu Matematika
http://ilmu-matematika.blogspot.com